PUSING SETELAH DUDUK?

Sobat PreneurToday, sering mengalami pusing atau mata berkunang-kunang setelah jongkok atau duduk..
bsa jadi itu tanda-tanda anemia lho..
Yuk segera cek kesehatan, krna bisa jadi juga itu menjadi tanda-tanda penyakit yg lebih buruk seperti Diabetes..
Sobat, langsung cek penjelasannya aja deh ye..  ^_^

PUSING SETELAH DUDUK? HATI- HATI TEKANAN DARAH RENDAH, ANEMIA ATAU DIABETES

Tidak seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, tekanan darah rendah terjadi tanpa gejala yang pasti dan seringkali diabaikan hingga seseorang merasa begitu lemah, pusing, dan demam. Pusing setelah duduk lama dianggap sebagai salah satu gejala tekanan darah rendah. Benarkah demikian?

Tekanan darah rendah adalah kondisi yang cukup umum dialami oleh beberapa orang, yang terjadi karena terhambatnya pasokan oksigen dan nutrisi penting untuk otak. Hal ini mungkin disebabkan karena kurang minum, kurang tidur, serta haid yang tidak normal.

Jika kondisi ini terus dibiarkan maka tekanan darah bisa mencapai batas terendah, yaitu 90/60 mmHg. Gejala yang mungkin Anda rasakan jika tekanan darah hampir mencapai batas terendah antara lain pusing, sering menguap, penglihatan berkunang-kunang, muncul keringat dingin, cepat lelah, hingga pingsan.

"Pusing setelah duduk lama terjadi karena ketika duduk dan tiba-tiba berdiri, banyak darah yang turun ke kaki. Sehingga pada saat ingin berdiri kepala jadi pusing," imbuh Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, Sp JP, FIHA, spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita, saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (29/5/2013).

Nyatanya, rasa pusing atau berkunang-kunang yang muncul tidak hanya mungkin terjadi pada seseorang dengan tekanan darah rendah.

"Bisa juga karena anemia. Selain itu, penderita diabetes pun bisa mengalaminya. Orang yang sehat setelah duduk atau berbaring kemudian berdiri kira-kira seperdelapan detik bisa langsung menyesuaikan. Sedangkan pengidap diabetes butuh beberapa detik lebih lambat sehingga mengalami pusing," ujar Dr. Santoso Karo Karo, SpJP, MPH (K), mantan Ketua Yayasan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), saat dihubungi detikHealth.

Selain karena aliran darah yang tidak lancar, kurang minum, kurang tidur, serta haid yang tidak normal, gejala ini juga mungkin terjadi karena orang tersebut kurang olahraga. Untuk itu, penting untuk selalu rutin olahraga minimal 30 menit per hari agar aliran darah tetap lancar dan kesehatan jantung tetap terjaga.

Jika memang Anda berada dalam kondisi yang mengharuskan untuk duduk dalam waktu yang cukup lama, menurut Prof Budhi sebaiknya jangan langsung berdiri atau berjalan, apalagi berlari. Goyangkan kaki dahulu perlahan, kemudian berdiri perlahan-lahan. Jika dirasakan sudah tidak begitu pusing, baru langkahkan kaki.

Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg, sementara batas terendahnya yaitu 90/60 mmHg.

"Selama tekanan darah yang tidak di bawah 60 atau sampai 40 saya kira tidak berbahaya. Berbahaya jika di sampai menyentuh di bawah itu, sebab jika terlalu rendah bisa sampai meninggal," ujar dr Daniel Tanubudi, SpJP, spesialis jantung Eka Hospital.

Terima Kasih..
...Semoga bermanfaat..
*detikhealth, Konsul Dokter

0 komentar:

KENALI FAKTOR RESIKO SERANGAN JANTUNG

KENALI FAKTOR RESIKO SERANGAN JANTUNG

 Assalamu alaikum wr.wb Semangat PAgi..
 Nah kali ini PreneurToday akan sedikit memberikan info mengenai Resiko Penyakit Jantung..
 Yuk disimak agar kita dapat mewaspadai mengenai penyakit jantung..
 
 Inilah dua belas faktor risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Empat faktor pertama tidak dapat Anda kendalikan, sementara delapan sisanya dapat Anda kendalikan.

 1. Umur Lebih dari 83% orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner berusia 65 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko meninggal karena serangan jantung dalam beberapa minggu setelah serangan dibandingkan laki-laki.
 2. Laki-laki Laki-laki lebih berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan perempuan dan mengalaminya pada usia yang lebih muda. Setelah menopause, angka kematian wanita karena serangan jantung meningkat, tetapi tetap tidak setajam peningkatan pada laki-laki.
 3. Riwayat Keluarga Mereka yang memiliki riwayat keluarga atau saudara dekat berpenyakit jantung cenderung lebih berisiko mengidapnya.
 4. Ras Ras kulit hitam, hispanik, India, dan Asia memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada ras kulit putih.
 5. Merokok Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dua hingga empat kali lipat.
 6. Kolesterol Tinggi Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring peningkatan kadar kolesterol darah: memiliki LDL (“kolesterol jahat”) tinggi dan HDL (“kolesterol baik”) yang rendah.
 7. Tekanan Darah Tinggi Tekanan darah tinggi meningkatkan beban jantung, membuat jantung menebal dan kaku, dan meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gagal jantung. Bila tekanan darah tinggi diiringi dengan obesitas, merokok, kolesterol tinggi atau diabetes, risiko serangan jantung meningkat berkali-kali lipat.
 8. Gaya Hidup Kurang Gerak Kurang bergerak badan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
 9. Kegemukan Orang yang kegemukan (lebih dari 20% berat badan ideal) cenderung berisiko penyakit jantung dan stroke, bahkan bila mereka tidak memiliki faktor risiko lainnya.
 10. Diabetes Memiliki diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Sekitar tiga perempat penderita diabetes meninggal karena sejenis penyakit jantung atau pembuluh darah.
 11. Stres dan Kemarahan Stres dan kemarahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
 12. Minum Alkohol Banyak meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan gagal jantung dan stroke. Meminum alkohol juga dapat meningkatkan trigliserida, menyebabkan kanker dan detak jantung tidak beraturan.

Terima Kasih telah berkunjung..
Semoga Bermanfaat..

 Sumber: American Health Association dan Konsul Dokter

0 komentar:

CACAR AIR (VARICELLA)


!!!...CACAR AIR (VARICELLA)...!!!


Kali ini PreneurToday akan berbgi info mengenai penyakit cacar..Mungkin g' perlu bnyak bosa n bosi ya..
Yuk langsung di cek aja di TKP..!!

http://itpreneurship1.blogspot.com/


DEFINISI
Cacar Air (Varisela, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.

PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus varicella-zoster.
Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit.
Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan).

Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

GEJALA
Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi.
Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat.

24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.
Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.

Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina.
Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan.

Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping.

Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata.
Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.

KOMPLIKASI
Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal.

Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:
- Pneumonia karena virus
- Peradangan jantung
- Peradangan sendi
- Peradangan hati
- Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa)
- Ensefalitis (infeksi otak).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).

PENGOBATAN
Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau fenol

Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:
- kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun
- menjaga kebersihan tangan
- kuku dipotong pendek
- pakaian tetap kering dan bersih.

Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin).
Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.
Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat anti-virus Acyclovir.

Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan Acetaminophen, jangan Aspirin.
Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Acyclovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Acyclovir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama. Obat anti-virus lainnya adalah vidarabin.

PENCEGAHAN
Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin.
Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster.

Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.

# Nah, itu tadi sedikit yg bisa kami share ..
Terima Kasih sudah berkunjung.. Semoga bermanfaat.. ^_^
# Informasi tadi bersumber dari Konsul Dokter

0 komentar: